skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Wanna be writer
suka menghayal,makanya saya suka menulis...
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Semua Komentar
    Atom
Semua Komentar

Archivo del blog

  • ► 2015 (2)
    • ► Juli (2)
  • ► 2012 (4)
    • ► Mei (1)
    • ► April (1)
    • ► Februari (2)
  • ▼ 2011 (18)
    • ▼ November (6)
      • Hasil Workshop Kepenulisan Bersama Tere Liye
      • Hari ini harus semangat!
      • Dibangku Paling Belakang
      • With Almamater
      • Curhatan pertama
      • Prolog
    • ► Oktober (4)
      • Pekerjaan / Profesi ( jhik eop )
      • Anggota Tubuh ( Meum)
      • Anggota Keluarga (Gajhok)
      • Gom Saemari ( Tiga Beruang)
    • ► Agustus (8)
      • Click-Clock
      • Sunyi Untuk ku
      • Radio Point ( Bis Misterius )
      • Cerpen 2
      • Cerpen 1
      • Faktanya tentang diri saya sendiri
      • Jatuh cinta dengan Dunia Menulis ( Part 2 END )
      • Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis ( Part 1 )

Followers

  • Beranda
  • Cerpen Corat-caret
  • Family n Me

Motivasi Pribadi

Biarlah orang memandang sebelah mata tulisan ku, yang penting aku akan terus menulis...menulis dan menulis!!
Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Bagi-bagi Info (1)
  • Belajar Korea (1)
  • Cerita sunyi (2)
  • Corat-caret SMP (5)
  • Curhatan Si Moody (7)
  • Ini Ceritaku (6)
  • Kosakata bahasa Korea (3)
  • Taekwondo (1)

Blog Archive

  • ►  2015 (2)
    • ►  Juli (2)
  • ►  2012 (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (2)
  • ▼  2011 (18)
    • ▼  November (6)
      • Hasil Workshop Kepenulisan Bersama Tere Liye
      • Hari ini harus semangat!
      • Dibangku Paling Belakang
      • With Almamater
      • Curhatan pertama
      • Prolog
    • ►  Oktober (4)
      • Pekerjaan / Profesi ( jhik eop )
      • Anggota Tubuh ( Meum)
      • Anggota Keluarga (Gajhok)
      • Gom Saemari ( Tiga Beruang)
    • ►  Agustus (8)
      • Click-Clock
      • Sunyi Untuk ku
      • Radio Point ( Bis Misterius )
      • Cerpen 2
      • Cerpen 1
      • Faktanya tentang diri saya sendiri
      • Jatuh cinta dengan Dunia Menulis ( Part 2 END )
      • Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis ( Part 1 )

Blogroll

Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

Date

Blogger templates

Bintang ungu

Lencana Facebook

R Budi Utami

Buat Lencana Anda
ASSALAMUALAIKUM.........SELAMAT DATANG.........SUGENG RAWUH.........WELCOME.........ANNYEONG HASEYO.........BONJOUR.........

Me and Stories

Harus yakin dengan mimpi yang kita miliki, karena mimpi itulah yang akan membawa kita menuju kesuksesan

Sabtu, 26 November 2011

Hasil Workshop Kepenulisan Bersama Tere Liye

Pin peserta workshop
26 November 2011 di PLA FBS UNY

Masuklah seorang Tere Liye menggunakan kaos hitam bertuliskan "Its Ok for you" , mengenakan jeans warna biru dan sendal jepit

Sempat ada kesalahan teknis dalam pengoperasian laptop, meskipun demikian akhirnya workshop pun dimulai #dan Aku baru tau kalo Beliau sangat menghargai waktu karena beliau dengan tepat bisa menebak sisa waktu workshop yang hanya dua jam saja

Membuka slide dan langsung memulai acara. Berikut  #kurang lebih isi materi dan apa saja yang beliau katakan dan lakukan :

- Sudah menulis kira-kira 10.000.000 kata
- Mempunyai banyak bangkai tulisan ( tulisan yang berhenti penulisannya setelah beberapa bab dan tidak dilanjutkan )
- Judul slide " bisa menulis vs tahu cara menulis"
- Melakukan kuis pemanasan bagi peserta, dan inilah hasil jawaban saya
1.A dalam seminggu tiap hari menulis, skor 5
2.B panjang tulisan 2-3 halaman, skor 3
3.C menuliskan diary atau catatan harian, skor 2
4.A menulis itu menyenangkan, skor 5
5.B punya plog tapi jarang diupdate, skor 3
6.B lumayan punya banyak buku, punya blog, skor 4
7.A ikut workshop pengen belajar menulis, skor 3
jumlah skor adalah 25 dan aku termasuk ke dalam kategori calon penulis yang baik .Amien!!!
- Penulis yang baik itu tidak selalu  buku-bukunya terbit dan laris apalagi penulis yang blog, notes nya punya koment yang banyak. Penulis yang baik itu adalah penulis yang menulis karena senang dan suka serta tidak peduli apakah hasil tulisannya akan banyak komentar, laku, dibaca, jelek, buruk, bagus atau yang lainnya
- Lakukan yang terbaik maka kesuksesan akan datang sendiri ( kutipan dari film 3 idiots)
- Bagaimana memulai menulis?
1. Ide cerita, harus punya ide cerita yang berbeda denagn orang lain dan tidak ada yang namanya kehabisan ide karena ide sebenarnya ada banyak disekitar kita dan tentu saja bisa datang dari mana saja
2. Menulis butuh amunisi
3. Tidak ada tulisan yang buruk atau baik
4. Gaya bahasa = kebiasaan
kalimat pertama = pekerjaan mudah
menyelesaikan lebih gampang lagi
percayalah!
5. Mulai dari tulisan kecil, pendek tapi bertenaga sederhana tapi bermanfaat
6. Mood jelek = anugerah
Tapi selalu mood jelek  = ada sesuatu yang bermasalah
- Menantang para peserta workshop agar menulis secara intensif selama 6 bulan sehingga nanti bisa disejajarkan dengan level para penulis yang sudah besar namanya
- Menulis = menari, memasak, bersepeda, belanja dan yang lainnya

KITA HARUS SELALU LATIHAN MENULIS...MENULIS...DAN MENULIS!!!!

Semoga bermanfaat! Amien


Diposting oleh Wanna be writer di 20.14 0 komentar
Label: Bagi-bagi Info

Hari ini harus semangat!

Bangun tidur jam sembilan pagi!!! MasyAllah!!Ada-ada saja tingkah ngawur Gadis remaja beranjak dewasa yang lagi lagi bangun siang gara-gara main leppi #bangun langsung sholat subuh. Itu pun bangun (Alhamdulilah) gara-gara Ibu tercinta menelpon dari rumah yang jaraknya berpuluh kilometer. Tadi malem sempet minta dikirimin pulsa sama ibu "Bu, pulsa 5ewu mawooon,ampun lewih hehe". Gara-gara uang saku yang setiap tanggal tua makin menipis ditambah bulan ini ada iuran kelas ini itu dan tentu saja belanja ini itu #hehe akhirnya pulsa yang hari kemarin tinggal 3300 harus diirit mpe tanggal 1 alias tanggal muda. Tapi karena Aku lebih memilih uang saku yang tinggal selembar warna biru itu untuk makan jadi terpaksa untuk pulsa akhir bulan Aku minta sama Ibu. Tadi malem sempet nunggu balesan dari Ibu tapi gak dibales kayaknya Ibu udah tidur jadi Aku pun melanjutkan aktivitas main INTERNEEET...

Udah nulis "Curhatan Si Moody" satu kali tapi pengin nulis lagi yang kedua kali, tapi ternyata mata dan pikiran gak bersahabat rasanya tuh udah mandeg di tengah-tengah tulisan. Alhasil tulisan kedua yang ditulis tadi malem sengaja aku masukin draft dan akan menjadi #menurut Tere Liye "bangkai tulisan". Nantinya bangkai itu bakaln aku bumi hanguskan saja #hohooo



Bukannya langsung mandi sama sarapan, Aku palah milih mejeng di depan leppi #soalnya leppinya mau dikembaliin ke kakaku jadi harus memanfaatkan ni leppi sebelum diambil si empunya.Stelah inget bakalan berpisah sama leppi dan modem aku pun langsung mengingat sesuatu #dan setelah ingat akhirnya jadi agak kesal Aku pun langsung update status facebook "
Hari ni hari terakhir pegang ni leppi sama ni modem karena harus kembali ke asalnya #makasih ya leppi dan modem kalian sudah menemaniku tiga hari dua malam dan selesai sudah bermalas-malasan di depan leppi,pokoknya "KUDU" ngerjain tugas yang menunggu untuk dipegang lagi. SEMANGAT!!!
 
 
Finaly, hari ini aku sadar tiga hari Aku udah menumpuk tugas yang seharusnya bisa diselesaikan secepat mungkin, setelah tulisan di curhatan ini dan mungkin bakalan nulis hasil worhshop kenenulisan kemarin bareng Tere Liye Aku bakalan merapikan si leppi dan meninggalkan dunia blog_ku untuk sementara waktu. Mungkin bakalan ketemu lagi di bulan Desember pas udah di rumah. 
 
SEMANGAT UNTUK HARI INI, ESOK DAN SETERUSNYA!!! Bye...bye...
 
 
Diposting oleh Wanna be writer di 19.17 0 komentar

Dibangku Paling Belakang

Ini nih tingkah polah tiga peserta stadium general  Workshop Kepenulisan yang sebenarnya jangan ditiru.Ingat jangan ditiru!! (kecuali jika keadaan terpaksa) hohooo

Bukannya ngedengerin MC nya ngomong sama nyimak acara,kita palah inisiatif foto-foto sendiri. Ya sebenernya sih bukan salah kita juga sih, coz kita bertiga (Aku, Asih, Devi) kebagian bangku di barisan paling belakang terus pandangan kita juga ketutup sama si beton raksasa yang berdiri kokoh di tengah ruangan... ya udah deh daripada kita cuma nonton tuh beton yang diem aja mending kita beraktifitas dong hahahaa #ngeles

Devi yang sok im,Asih yang suka mele dan Aku yang suka pamer gigi

Yang satu senyum manis #huex yang satu (lagi-lagi)mele

Dua orang yang sok imut #padahal aslinya nyangar argmmm!

sok cute (dibaca perhuruf) dan sok kaget #ekspresinya kurang greget hahaha

Bener-bener gaya yang geje semua

Ngapak yang gaje

padahal Aku dah pose bagus tapi Asih salah gaya nih

senyum Pepsodent #kecuali Asih

kayak kembar siam (L)

kembar siam (L) part 2

Asih ngaku jadi anggota kesepuluh cherrybelle

Diposting oleh Wanna be writer di 07.23 0 komentar
Label: Curhatan Si Moody

Jumat, 25 November 2011

With Almamater

Iseng-iseng habis mandi, foto-foto deh sama jas almamater yang jarangg banget kepake
sebenernya foto pas kemaren tapi sama-sama habis mandi heuww,ada temen bilang kayak Dora #kecut tennn

1gaje

2gejje

3gaje dan geje

Diposting oleh Wanna be writer di 07.29 0 komentar
Label: Curhatan Si Moody

Curhatan pertama

Pagi hari kuliah "morfologi" jam tengah 8,pake rok ijo kotak-kotak sama kaos item mpe jam 9 kurang

Hari itu Ibunda dari salah satu temenku,Arsy (anak Temanggung) harus menjalani operasi syaraf di Semarang jadi dia izin nggak masuk kuliah.(Semoga operasinya lancar dan sukses!Semoga Ibunda temanku itu sehat kembali.Amien ya Allah)

Ayu (anak Wates) sama Tsalis (anak Wonosobo) mau pulang kampung,yah akhirnya hanya Aku dan Devi (anak Purbalingga) yang balik ke kost.Perjalanan pulang diisi dengan membeli jajan dan sarapan pagi

Jam 2 siang "agak"molor mpe jam tengah 3,jam 3 atau jam 3 lebih kumpul lagi di kampus, soalnya mau melakukan kunjungan ke salah satu harian surat kabar di Jogja wat menuhin tugas menulis faktual.

Sesi tanya jawab sama salah satu Redaktur (kelasku yang tanya cuma satu orang dan pertanyannya menurutku juga kurang berbobot pula,#hehehe maafkan saya cil (bocil= bocah Cilacap ). Tangan kiri mpe pegel nopang buku batik selama setengah jam coz harus menyimak penjelasan  dari "Sang Redaktur".

Ngedengerin penjelasan Redaktur tentang tugas wartawan yang tiap hari nyari berita jadi tambah salut sama profesi mereka yang rela bercapek-capek ria dan kesana-kemari demi profesi mereka, apalagi harus berlomba-lomba nyari berita biar hasil kerjanya dimuat di koran dan mengalahkan wartawan-wartawan yang lain #sempet miris pas Redakturnya bilang kalo bisa aja semua berita yang dicari oleh seorang wartawan nggak lolos buat dipublish di koran (ya Ampunn!padahal udah bersusah payah nyari berita eh palah beritanya gak dipilih)

Setengah jam berlalu, waktu kunjungan habis dan aku serta teman-teman yang lain pulang kembali ke kost dan rumah masing-masing.

Pulang pergi nebeng Asih (Anak Banjarnegara), nyampe deket kost mampir ke tempat gorengan beli gorengan dan buah semuanya habis 3ribu perak,mampir beli salah satu minuman dingin (2ribu) di warung deket kost.

Nyampe kost,nemenin Wening (anak Banyumas) pergi beli makan..

Pokoknya hari itu aku ngerasa capeek,padahal kerjanya cuma tidur,nonton tivi dan main laptop+internet (modal pinjem kakak yang lagi pulang ke rumah)+ duduk (nggak) manis alias nebeng di motornya Asih.... Mandi pun jam tengah tujuh malem, dan berdosanya lagi waktu sholat pun molorrr (Astagfirullah Ami!!!!)

Tante Vero (anak Banjarnegara) datang dan menonton tv di kamarku,tapi beberapa saat kemudian pergi keluar bersama temannya (dapet gratisan makan katanya #ckckckc aku juga mau itu tanteee)

Habis itu, langsung main fb,twitter,sm blog...
Walaupun sebenarnya pegel juga nulis,tapi perasaan jadi agak baikan...

Hari ini: seneng,capek,kenyang,males-malesan,nambah wawasan (coz ke salah satu harian surat kabar)

Diposting oleh Wanna be writer di 07.12 3 komentar
Label: Curhatan Si Moody

Kamis, 24 November 2011

Prolog

em.....
Pertamanya sempet bingung mau posting apalagi,soalnya belum (lagi-lagi) belum bisa bikin cerpen lagi #belum ada mood nieh# .Tapi akhirnya mutusin wat nulis kayak catatan harian,tapi bukan catatan harian soalnya nulisnya bukan per hari (maklum mpe hari ini lappi sama modem masih pinjem kakak hohoo). Setelah proses berpikir yang bisa dibilang cukup singkat, Aku pun memilih "Curhatan Si Moody" sebagai label catatan-catatan yang nantinya bakalan Aku bikin mulai hari ini.

Alasan pemilihan judul "Curhatan Si Moody" simple banget (walaupun nantinya penjelasan maknanya gak simple sih heheuw)

- Curhatan = Curhat+an.
Curhat merupakan akronim dari Curahan Hati (maklum anak bahasa jadi ngerasa harus menyisipkan kata-kata yang berbau Morfologi dalam bahasa Indonesia :P). Mendapat sufiks -an (afiks pembentuk nomina (kata benda)0 sehingga maknanya menjadi "hasil dari curahan hati"

- Si Moody = orang yang emosinya suka berubah-ubah dalam satu waktu)
Kenapa Aku menyebut diri sendiri "Si Moody"? Soalnya walaupun sebenarnya Aku bukan anak yang moody tapi nanti curhatan Aku bakalan berisi luapan emosi saya yang campur aduk kayak rujak,ada yang manis, pahit, asem, pedes pokoknya banyak rasa dan rasa itu bakalan ditulis dalam satu postingan. Jadi dalam satu postingan isinya bisa ada rasa senengnya, sedihnya, sebelnya pokoknya buanyak deh

Selamat menikmati tulisan "Curhatan Si Moody" yaaa..!! yum yumm...


Diposting oleh Wanna be writer di 19.09 0 komentar
Label: Curhatan Si Moody

Minggu, 16 Oktober 2011

Pekerjaan / Profesi ( jhik eop )

-  Sajhang = Direktur
- Swajhang = kepala divisi
- Banjhang = manor / pengawas
- sonsaeng = guru
- Haksang = murid
- Hwisaweon = karyawan perusahaan
- Gyeongchalgweon = polisi
- Euisa = dokter
- Sobangsa = pemadam kebakaran
- Ganhosa = Perawat
- Unjheonsa = sopir
- Hwaga = pelukis
- Yorisa = koki / juru masak
- Miyongsa = pegawai salon
- Eobu = nelayan
- Nongbu = petani
- Biseo = sekretaris
- Saengsan = operator produksi
- Saeobjha = pengusaha
- Seonjhang = nakhoda
- Seunggaek = penumpang
- Yoksa = instruktur
- Yeonsusaeng = trainer
-Yoksu = profesor / dosen
Diposting oleh Wanna be writer di 03.13 0 komentar
Label: Kosakata bahasa Korea

Anggota Tubuh ( Meum)

- Meori = kepala / rambut
- Eolgul = wajah / muka
- Nun = mata
- Kho = hidung
- Gwi = telinga
- Ip = bibir
- i = gigi
- Mok = leher
- Phal = lengan
- Son = tangan
- Bae = perut
- Bal / Dari = kaki
-Heori = pinggang

Diposting oleh Wanna be writer di 01.26 0 komentar
Label: Kosakata bahasa Korea

Anggota Keluarga (Gajhok)

Hasil aku ngikutin Pelatihan Bahasa di kampus. Berhubung belum bisa cara nulis hangeul via leppi, jadi aku tulis bahasa indonesianya aja ya

- Harabujhi = kakek
- Halmeoni = nenek
- Abeojhi = ayah
- Eomeoni = ibu
- Namphyeon = suami
- Anae / buin = istri
- Samjhon = Paman (kita)
- Ajheossi = Paman (orang lain)
- Sokmo = Bibi (kita)
- Ajhuma = Bibi (orang lain)
- Hyeong = kakak laki-laki (  cowok ke kakak cowok )
- Oppa = kakak laki-laki (  perempuan ke kakak laki-laki)
- Nona = kakak perempuan ( laki-laki ke kakak perempuan )
- Eonni = kakak perempuan ( perempuan ke kakak perempuan )
- Dongsaeng = Adik
- Namdongsaeng = Adik laki-laki
- Yeodongsaeng = Adik perempuan
- Agi = anak
- Adeul = anak laki-laki
- Ttal = anak perempuan

Diposting oleh Wanna be writer di 01.13 0 komentar
Label: Kosakata bahasa Korea

Gom Saemari ( Tiga Beruang)

Pas ikut Pelatihan Bahas Korea sama Uli seonsangnim dari Gajah Mada daehakgyo, eh diajari lagu ini. Pas banget waktu itu aku memang lagi nyari nih lagu (Aku tau gara-gara kdrama Full House). Seonsangnim ngasih selembar kertas kecil pake tulisan hangeul trus disuruh dinyanyiin. Iseng-iseng Aku jadi kepengin nge-share di blog sekalian belajar transliterasi tulisan hangeul ke indo. Kali aja ada orang yang lagi nyari nih lirik , So check this out


Gom Saemari

Gom saemari hanjhibae isseo

Appagom, omagom, aegigom

Appagomeun tteung tteunghae

Omagomeun nalsinhae

Aegigomeun neomu giuyeoeou

Esseuk esseuk jhalhanda
Diposting oleh Wanna be writer di 00.57 0 komentar
Label: Belajar Korea

Rabu, 31 Agustus 2011

Click-Clock

Click-clock...click-clock...

Aku duduk di bangku ku sambil memandang jam dinding yang ada di kelas ku. Rasanya waktu berjalan sangat lambat. Jarum jam seperti menahan beban yang begitu berat. Saat ini tak ada yang mengajak ku bicara. aku sangat kesepian. Di depan kelas, guru sedang menerangkan pelajaran kepada kami semua.

Click-clock...click-clock....
Aku melihat jam dinding lagi, ah,ternyata sudah masuk waktu istirahat. Namun, lagi-lagi aku sendirian lagi duduk di bangku belakang. Teman duduk ku, Ninda pun tidak mengajak ku pergi ke kantin atau bahkan sekedar bicara. Yah, mungkin dia sedang marah pada ku. Walaupun tak ada yang mengajak ku pergi ke luar, aku memutuskan untuk jalan-jalan ke luar kelas sendirian.
Saat pertama kali keluar kelas, aku melihat anak laki-laki kelas ku sedang duduk di bangku depan kelas seperi yang biasanya mereka lakukan. Tapi, aneh. Lag-lagi tidak ada yang menyapaku. Dion, ketua kelas IX A pun juga sama-sama mengacuhkan ku begitu saja. Aku pun mengeluh, kenapa sih mereka tidak menyapa ku? Oh, atau mungkin karena aku...Akh, sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan lagi. Biar rasa kesal ini aku diamkan di dalam hati.

Click-clock...click-clock...
Aku melihat jam dinding di kelas IX B, jam pun menunjukan pukul sembilan lebih lima belas menit dan bunyi bel tanda istirahat pertama telah habis pun berbunyi. Semua siswa langsung masuk ke dalam kelasnya masing-masing, kecuali aku. Aku merasa bosan mengikuti pelajaran hari ini karena tidak ada yang mengajak ku bicara. Aku pun memutuskan untuk melihat-lihat kelas IX yang lainnya, kelassIX yang lainnya. Di kelas IX B
belum ada guru yang masuk tetapi mereka sedang mengerjakan sesuatu mungkin sedang mengerjakan tugas yang belum selesai, IX C walaupun belum ada guru mereka selalu tenang karena kelas tersebut merupakan kelas unggulan, kelas IX D sedang di depan ruang Tata Usaha karena sedang praktek elektronika, kelas IX E sedang ulangan Biologi, dan yang terakhir adalah kelas IX F yang sedang diajar oleh Bu Viki guru keterampilan di sekolah ku. Aku pun turun menuruni tangga yang ada di depan kelas IX F, ku lewati ruang Laboratorium. Terlihat di sana siswa kelas VIII sedang praktek Fisika tetapi aku kurang paham kelas VIII apa. Ku lewati ruangan SMP Terbuka, aku heran kenapa tidak ada guru di sana? Aku pun mengacuhkannya dan kembali melanjutkan langkah ku. Aku sampai di depan perpustakaan, disana ada Pak  Yoyo dan kak Didi, mereka adalah petugas perpustakaan. Aku kembali meneruskan langkahku sampai di depan ruang guru. Ku lihat banyak guru yang sedang berbincang-bincang di luar ruangan da terlihat sangat serius. Aku pun memberanikan diri melewati guru-guru tersebut. Tapi aneh, kenapa mereka seperti tidak melihat ku?  Seharusnya mereka melihat ku dan bertanya mengapa pada saat jam pelajaran aku palah jalan-jalan di luar sendirian?......To be continue...
Diposting oleh Wanna be writer di 11.10 0 komentar
Label: Cerita sunyi, Corat-caret SMP

Senin, 29 Agustus 2011

Sunyi Untuk ku

Di sini aku duduk sendiri...
Kupandangi bunga-bunga di taman ini yang sedang mekar dengan indahnya, begitu banyak warna bunga
Namun,kenapa hanya warna putih yang melekat di tubuhku...

" Reka!", suara itu pun membuyarkan lamunanku.
Akh, ternyata itu suara tante Vivi. Ku lihat ia membawa dua plastik belanja berukuran besar lagi.
" Tante Vivi sukanya ngagetin deh. Suka teriak klo manggila nama ku."
" Iya,sayang maafin tante deh. Habis kamu kan kalo lagi duduk di taman pasti nyuekin orang."
Perempuan tadi adalah tante Vivi, dia adalah seorang perawat di bangsal tempatku berada. Dia yang setiap hari menjaga dan merawatku. Tante Vivi pun sudah ku anggap sebagai tante ku sendiri.
" Em..Re,hari ini belum ada yang datang lagi, ya? Kamu tenang aja yah, biarpun belum ada keluarga kamu yang ke sini, tante selalu datang kan? Jadi, jangan terlalu sering murung ya. Kamu kan cantik kalau senyum."
Tante Vivi pun mengecup kening ku dan mendorong kursi rodaku kembali ke bangsal tempatku di rawat. Sesampainya di bangsal, aku pun tiduran di tempat tidurku. Tante Vivi pun meletakan barang bawaannya yang dititipkan ke pangkuanku ke atas meja di samping tempat tidurku.
" Tante, sebenarnya...Mama sama Papa kemana?", kulihat wajah tante Vivi pun berubah muram dan terdiam sesaat.
" Reka yang sabar yah..."
" Tan, apa mereka gak pernah datang karena karena mereka benci sama Reka? Udah nglupain Reka gitu aja? Masa udah dua bulan lebih yang nemenin Reka dan ngejengukin Reka cuma tante Vivi?"
" Reka cantik, mereka pasti datang kok...pasti...", kulihat tante Vivi meneteskan air mata, namun segera membalikan wajahnya dan menghapus air matanya.
Memang, sudah dua bulan lebih, aku berada di bangsal gangguan jiwa yang menurutku merupakan tempat orang gila biasa dirawat disini. Tapi, tante Vivi mengatakan padaku bahwa aku sebenarnya tidak gila, hanya saja aku kurang bisa mengatur emosi ku dengan baik dan bisa di katakan aku juga mengalami depresi. Bagiku, tidak ada bedanya antara dua hal tersebut dengan yang namanya orang gila. Bukannya awal dari kegilaaan orang berawal dari depresi yang berlarut-larut dan emosi yang tidak terkontrol? Toh, aku dan orang gila lainnya sama-sama tinggal di bangsal ini

Aku masih ingat ketika aku masih di rumah jauh sebelum aku ada di bangsal ini, aku selalu lepas kontrol jika aku sedang marah. Semua barang bisa aku lemparkan ke mana pun. Entah apa sebenarnya yang memicu ku, sehingga emosi ku bisa tidak terkontrol seperti itu. Biasanya aku marah saat kakaku membawa teman-temannya ke rumah dan tertawa dengan kerasnya. Ditelingaku, suara tawa mereka seperti suara orang yang mengejek ku karena aku tidak pernah membawa temanku ke rumah dan tidak bisa tertawa riang seperti mereka. Oh,ya aku adalah tipe orang yang suka menyendiri dan tidak mempunyai sahabat di kompleks rumahku. Mungkin saja karena itulah aku membenci kakaku yang selalu membawa teman kompleks rumahnya ke rumah. Emosiku pun terpancing untuk menolak kehadiran mereka. Dan tentu saja hal itu berhasil mengusir mereka.
Namun, sebenarnya kehidupan pertemanaku di sekolah bisa dikatakan cukup baik. Aku adalah pengurus OSIS dan aku juga menjadi pengurus kelas. Jadi aku lumayan populer di sekolah. Temanku pun banyak. Aku sering pergi bersama teman-teman sekolahku. Makanya, aku sangat tidak nyaman bila terus di rumah dan lebih suka pergi. Di sekolah aku adalah orang yang ceria, sedangkan di rumah aku akan segera berubah menjadi penyendiri. Yah, seperti punya dua sisi yang saling bertolak belakang.

Seingatku, puncak depresiku terjadi saat aku sudah tidak mampu membendung emosi yang sudah cukup banyak menumpuk di otak ku. Keinginan ku sering kali diabaikan kedua orang tuaku, dan aku selalu cemburu jika kakaku selalu di anak emaskan dan selalu dipenuhi permintaanya. Aku pun menjadi lebih tidak terkontrol dari sebelumnya. Semua barang yang ada di rumahku aku lempar dan aku pecahkan. Aku berteriak-teriak sambil mengucapkan kata-kata yang tidak jelas. Mama dan Papa ku pun menelpon seseorang, dan setelah ambulans datang aku baru tersadar bahwa mereka menelpon pihak rumah sakit.
Masih tersimpan dengan jelas di ingatan ku, Mama dan Papa meminta dokter agar aku di rawat inap saja. Lalu, tiba-tiba saja jarum suntik seorang perawat menembus kulitku dan aku mualai merasa hilang dan lelah.
Ketika aku tersadar, aku telah memakai baju warna putih yang saat ini selalu aku pakai. Perawat yang dulu menyuntik ku lah yang selama ini setia bersama ku. Ya, dia adalah tante Vivi. Tante Vivi menceritakan sendiri pada ku bahwa ia adalah perawat yang telah di sewa keluarga ku untuk merawat segala sesuatu tentang kebutuhan ku di sini. Makanya aku lebih suka memanggilnya tante daripada suster.
" Reka? Kok melamun lagi sih? Oh, ya ini tante belikan makanan yang kemarin kamu pingin makan. Taraaaa! Spagheti! Yum..yum! Enak banget loh."
Tante Vivi  pun mengambilkan piring dan akan menyuapiku.
" Ayo, buka mulutnya... Aaaa!"
Aku menolak makanan itu dan bertanya pada tante Vivi.
" Tan...Apa Reka bakalan di sini terus selamanya? Reka kangen Mama, Papa, kak Selly...Reka kepengin pulang...Reka muak di sini..."
Tante Vivi pun meletakan piring Spagheti di atas meja, dan memegang tangan ku.
" Reka...tante Vivi kan bilang kalo tante akan berusaha nyembuhin penyakit kamu. Nanti baru tante ngehubungin keluarga Reka buat jemput Reka. makanya Reka harus sembuh dulu. Masalah mereka gak datang, kan memang di bangsal ini susah kalo mau jenguk pasien. Soalnya pasien di sini lebih membutuhkan tempat yang tenang dibanding bangsal yang lain dan akan lebih baik jika tanpa adanya banyak orang luar yang berkunjung ke sini. Tentu saja kecuali dokter, perawat dan petugas di sini saja yang boleh keluar masuk setiap hari. Reka juga tau sendiri kan, pasien yang lain juga jarang di kunjungi keluarganya. Itu karena, keluarga mereka sangat tahu betul peraturan di sini. Kamu tenang saja ya."
Tante Vivi pun membelai lembut rambut ku.
" Tapi...di sini Reka ngerasa sunyi banget...Gak ada hiburan."
" Reka mau apa?"
" Em...kalo Reka minta Televisi boleh kan, tan. Itung-itung sebagai ganti keluarga Reka terus biar gak sepi banget di sini."
" Oke, kalo emang Reka kepengin nonton TV, nanti tante bawain TV deh buat Reka. Asal sekarang Reka makan dulu, yah. Oh gimana kalo makannya sambil jalan-jalan di taman? Tadi kan waktu tante ke sini tante ngeganggu kamu yang lagi asyik di taman." 
" Iya deh, tan. Reka mau kok."
Aku pun di kembali duduk di kursi roda dan di dorong menuju taman. Meskipun aku berusaha tersenyum  pada tante Vivi, aku masih sangat rindu keluarga dan rumah ku dan sangat sedih jika memikirkan mereka semua.
Saat aku sampai di taman, aku kembali bertanya pada tante Vivi.
" Tante, kapan aku pulang? Aku benar-benar rindu keluarga ku..."
Ku lihat tante Vivi meneteskan air mata dan cepat-cepat menghapusnya."
" Reka harus sembuh dulu ya, sekarang Reka juga harus makan dulu biar cepat sembuh. Setelah itu makan obat. Makanya Reka harus patuh sama tante dan dokter di sini. Oke?"
" Kalo aku nglakuin itu semua aku bakalan cepet keluar dari sini kan?"
" Iya sayang. Sekarang makan yah. Jangan khawatir kamu pasti akan sembuh dan kamu nggak kan ngerasa sepi karena tante akan selalu ada di samping Reka setiap saat. Tante janji."

Sayang, sampai saat ini janji yang dibuat tante Vivi tidak pernah berlaku pada malam hari. Tiap malam, sunyi selalu menghampiriku. Hanya angin malam dan makhluk malam yang selalu setia menemaniku di saat malam tiba. Aku sangat ingin keluar dari tempat ini. Aku ingin menemui keluarga ku. Namun, mungkin hal itu akan sulit tercapai.

Suatu ketika,sekitar satu bual yang lalu, aku mendengar percakapan dokter dan tante Vivi. Mungkin karena mengira aku sedang tidur, mereka pun bebas berbicara.
" Apa? Keluarganya pindah? Pindah ke mana?"
Aku mendengar suara tante Vivi bergetar, antara menahan rasa marah dan sedih.
" Iya, saya kemarin dihubungi pihak kelurganya. Sepertinya mereka pindah ke luar negeri..."
" Apa? Jadi...jadi...mereka meninggalkan anak mereka sendirian di sini? Tidak ada kah kerabat terdekatnya yang ada di sini?" 
" Sayang sekali tidak ada, suster. Tetapi mereka memberitahukan bahwa mereka akan mentransfer biaya perawatan Reka dan gaji suster melalui rekening suster."
" Ya, Tuhan...Reka yang malang...kenapa mereka tega meninggalkanmu sendirian di sini..."
 Ku dengar tante Vivi mulai terisak lemah.

Saat itulah sebenarnya aku mulai merasakan bahwa aku akan berada di tempat ini dalam jangka waktu yang lama. Aku berkeyakinan bahwa aku akan menjadi sahabat yang sangat erat dengan kesunyian ku ini di sini....


Diposting oleh Wanna be writer di 11.51 0 komentar
Label: Cerita sunyi, Corat-caret SMP

Kamis, 25 Agustus 2011

Radio Point ( Bis Misterius )

Warning!!Cerita ini hanya fiktif belaka ,benar-benar hanya ada di dunia khayal saya
Apabila ada kesamaan alamat,nama dan kejadian mohon maaf. Saya gak bermaksud mengkopi atau menjelek-jelekan ,tapi nama-nama ini lah yang terlintas di kepala saya.

" Hai Pointers mania! Gue Nirin bakalan jadi penyiar radio di acara terbaru Radio Point dan...nama acaranya adalah " Curbe ", Curhat Bebas?...Boleh dong! Oke dibuka teleponnya di 556677

Tuut...Tuut...Tuut...
" Udah ada yang masuk nih. Hallow? Curbe?"
" Curhat Bebas boleh dong," seorang caller pun menjawab.
" Okey, siapa dimana nieh?"
" Gue Rara, anak SMA Bunga Kelas XII IPS."
" Rara, loe mau curhat soal apa nih?em,biasanya anak seumuran loe pasti curhat soal cinta,iya kan pasti kan?"
" Nggak kok, Rin. Gue curhatnya justru gak ada cintanya sama sekali palah ada sedikit mistisnya."
" Waow, mistis ya...hem okeh deh, eits tunggu dulu ya Ra, minta waktunya sebentarrr ajah. Buat pointers mania yang lagi sendirian ngedengirinnya mending ajak temen deh atau siap-siap pake selimut ,kale aja ni cerita bisa bikin bulu kuduk merinding,hihiiii. Oke deh Rara, monggoh dilanjut ceritana."
" Di SMA Bunga, gue tuh termasuk anak baru. Waktu gue masuk ke kelas XII IPS 4 rasanya tuh mrinding banget. Tapi pas ada guru masuk, eh suasananya jadi hangat

" Pagi anak-anak ", salam Guru yang masuk bersama Rara.

" Rin, loe tau nggak setelah guru itu salam eh palah gak ada yang jawab. aneh kan? Terus tuh guru mulai deh ngenalin gue ke anak-anak kelas. Pas gue dikenalin sama guru yang namanya Bu Arin, anak-anaknya tuh cuekkk banget sama gue. Terus, gue langsung disuruh duduk gitu aja sama Bu Arin. Gue disuruh duduk didepan sendiri sama cewek yang namanya Nina, pelajaran pun dimulai. Berhubung gue gak ngerti sama pelajarannya, gue nanya dong sama temen sebelah gue yang namanya Nina. Loe tau gak apa yang dia bilang.

"Jangan tanya macem-macem sama gue, kalo loe emang mau selamat!"


" Dia bilang gitu dengan nada yang bener-bener datar tapi kaya ngebentak gitu. Wah, pokoknya sepanjang pelajaran berlangsung rasanya tuh gak enak banget. Nah, pas jam istirahat datang, gue tanpa ba bi bu langsung ngacir deh ke luar kelas dan nyari temen gue yang kebetulan sekolah disana juga. Namanya Vika, dia anak kelas XII IPA 1. Pas gue ketemu sama dia, langsung aja gue tanya soal anak-anak di kelas gue. Gue juga bingung kok suasananya dingin banget disana, semua jendela juga ditutup rapat. Ada cowok tiba-tiba maju ke depan dan tanya dengan suara yang datar,

" Siapa yang mau keluar? Keluar sekarang!" 

" Cowok itu tuh bilang kaya gitu sama gue di depan kelas tapi pandangannya ngeliat ke gue. Hiiii, pokoknya merinding banget deh gue. Ya udah gue langsung keluar. Pas gue nengok ke belakang eh pintu kelas gue udah ketutup."
" Terus temen loe Vika bilang apa sama loe?"
" Dia bilang kalo pas kelas XI kan ada acara liburan ke Bali, eh rombongan bis yang sekarang jadi anak kelas gue tiba-tiba aja ngilang gak ada kabarnya. Terus pihak sekolah bingung, dan berusaha telepon ke guru pembimbing di bis itu. Sama sekali gak nyambung tuh telepon. Nah, karena takut terjadi apa-apa akhirnya pihak sekolah mutusin wat balik lagi ke sekolah dan niatnya sih katanya mo ngelacak bis itu. Eh, pas nyampe sekolahan ternyata bisnya tuh ada di sana. Supirnya turun dan bilang ke pihak ke sekolah kalo mereka tadi nyasar gak tau kemana, jadi mereka diem aja ditempat yang mereka kira nyasar kali aja ada pertolongan. Nah, ternyata setelah beberapa saat tiba-tiba bisnya dah ada di halaman sekolah lagi. Biar gak nyasar akhirnya bis yang tadi ilang di suruh di depan sendiri. Tapi, sopirnya nolak. Dia bilang kalo dia gak bisa ngelanjutin perjalannanya. Bingung deh pihak sekolah, apalagi mereka udah diburu sama jadwal. Tiba-tiba aja kata Vika, ada salah satu siswi turun dari bis. Namana Keke, dengan wajah yang agak ketakutan dia bilang sama pihak sekolah kalo dia mau ikut liburan. Akhirnya pihak sekolha setuju dan berangkatlah rombongan ke Bali. Nah, kebetulan si Keke ditempatin satu bis sama Vika. Keke pun cerita kalo tadi emang bener pas mau berangkat tiba-tiba ada sinar hitam nutupin sekeliling bis, nah semua siswa, guru dan sopirnya panik. Tiba-tiba aja sopir sama guru pemandunya diem gak ngomong apa-apa. Siswanya pada bingung mau ngapain. Nah kebetulan ada Keke yang kebetulan juga ketua Rokhis, dia minta temen-temennya supaya jangan panik dan beristighfar. Tapi mungkin aja saking takut dan paniknya mereka gak mau ngedengerin Keke. Tiba-tiba ada suara muncul,

" Kalian sudah mati, sopir dan guru kalian juga sudah mati. Aku akan mengembalikan tubuh kalian kembali. Haahahaaa! Ada seorang guru yang telah menjadikan kalian tumbal. Namun sebelum dia berhasil mendapat apa yang dia inginkan dia juga sudah mati terlebih dahulu. Haaahahahaaa!!"

" Terus suara itu hilang, Keke ngeliat kalo pandangan mata temen-temennya jadi pada kosong. Pas dia pegang tangan salah seorang temannya, ternyata tubuhnya tuh dingin banget. Keke pun terus berdoa di dalam bis agar diberi pertolongan. Seketika itu, bis udah ada di halaman sekolah. Saat keke melihat ada rombongan bis mendekat dan ada pihak sekolah yang turun dan berbincang dengan sopir bis Keke, cepat-cepat Keke keluar dari bis."
" Ra, temen-temennya si Keke gimana tuh?"
" Gak ada yang tau sama sekali,Rin. Pokoknya setelah bis rombongn yang ngelanjutin ke Bali dah pulang, mereka semua bingung soalnya ternyata bis yang gak ikut ke Bali tetep aja ada disana. Keke yang masih penasaran dengan keadaan bisnya pun diam-diam turun dan masuk lagi ke bis yang misterius tadi. Tiba-tiba saja terdengar suara lagi dan sekarang semua orang yang ada di halaman sekolah bisa mendengarnya,

" Kamu harus mati, karena telah memberitahukan kepada orang lain! Hahahahaaa!"


" Dan orang-orang yang ada di situ pun ngedengerin suara Keke teriak dan bilang Allohuakbar! Terus Keke keluar dari bis dan banyak darah keluar dari perutnya. Dia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit. Namun sayang, sebelum Keke bisa menceritakan kejadian apa yang baru terjadi dengan dirinya Keke pun meninggal karena kehabisan darah di dalam Ambulans. Menurut saksi mata yang masih di halaman sekolah waktu itu, tiba-tiba aja para siswa yang tadinya ada di dalam bis langsung keluar, terus pada pulang ke rumah masing-masing. Supir bis sama gurunya palah tiba-tiba aja ngilang gitu aja. Wah, pokoknya kejadiannya bener-bener gak bisa dinalar pake otak deh."
 " Iya sie, gue aja kayak antara percaya dan gak percaya dengerin cerita loe..."
" Ya terserah aja sie,mo percaya mo nggak yang penting gue dah cerita pengalaman gue."
" Eh, masa cerita loe cuma sampe sini aja. Masih ada kelanjutannya kan?"
" Iya,masih lah. Setelah kejadian itu, pagi harinya tuh anak-anak yang jadi aneh pas liburan tuh tiba-tiba aja masuk sekolah. Menurut cerita temen gue, pandangan mata mereka bener-bener kosong. Pokoknya mereka langsung masuk aja tuh ke kelas mereka.Nah, mereka masuk tuh pas acara pembagian rapor kenaikan kelas dan hasilnya mereka satu kelas naik semua. Secara, mereka kan liburan dalam rangka refreshing setelah ujian kenaikan kelas, jadi hasil nilai mereka otomatis dah keluar donk. Anak-anak yang berperilaku aneh tuh tetep ngejalanin aktivitas mereka sehari-hari kaya biasanya, cuma bedanya ya itu, pandangan mereka keliatan kosong. Pernah ada wali murid yang nyoba nyembuhin anak mereka ke orang pintar tapi hasilnya anak itu palahan pingsan dan gak mau bangun sampe tiga hari, diperiksain ke dokter juga hasil pemeriksaannya mereka sehat-sehat aja. Walhasil, semua wali murid pasrah dengan keadaan anak-anak mereka. Mereka hanya bisa berdoa dan berharap semoga anaknya cepat sembuh. setelah satu minggu, gue kan masuk tuh ke sekolhan itu dan seperti yang gue ceritain di awal, gue tuh di masuk di kelas mereka. Walaupun gue takut, tapi mau gimana lagi, kelas lainnya dah penuh. Pasrah dong gue, lagian yang ngajar di kelas itu masih guru normal, jadi lumyanlah ada hawa manusia yang normal. Tiga hari gue ada di kelas itu, tapi tiba-tiba aja pas jam pelajaran terakhir anak-anak kelas gue semakin aneh. Mereka tiba-tiba aja ngeluarin pisau,gunting pokoknya benda-benda tajam dari tas mereka.Langsung aja gue sama guru yang lagi ngajar di situ, namanya bu Arin kaget plus takut dong. Kita akhirnya lari keluar dan menuju ruang guru wat ngelaporin kejadian yang baru aja terjadi. Karena gue sama bu arin pas keluar dari kelas sambil lari dan teriak akhirnya kelas-kelas lain pun pada berhamburan keluar. kahirnya, kita semua warga sekolah langsung pergi ke kelas gue. Dan loe tau apa yang terjadi di dalam kelas gue, Rin..."
" Apaan??jangan bikin gue sama poinyers penasaran deh."
" Dan kita semua ngeliat para siswa itu bunuh diri. Pokoknya ngeri banget deh. Berhubung gak ada yang berani masuk kelas akhirna kita pun segera nelpon polisi sama rumah sakit. Polisi pun datang dan mengamankan tempat kejadian perkara, pihak rumah sakit segera mengevakuasi siswa-siswa tersebut. Setelah dilakukan visum dan olah tkp, hasilnya siswa tersebut emang bunuh diri semua. Para wali murid siswa-siswa tersebut pun dipanggil dan mereka sangat terpukul atas kejadian yang menimpa anak-anak mereka. Finaly, supaya nama sekolah gak tercemar berita tersebut berusaha ditutup-tutupi sama pihak kepolisian, rumah sakit dan sekolah. Tapi, kita sebagai siswa di sana gak bisa dong ngebiarin cerita ini ketutup rapat gitu aja. Makanya, gue sebagai wakil dari temen-temen gue yang kepengin cerita ini dipublish pun berani ngungkapin cerita ini ke blog pribadi gue sama radio ini. Konsekuensinya, gue tau banget. Tapi, banyak orang dibelakang gue yang bakalan ngebantuin gue, gue yakin itu. Mungkin aja, klo pointers tanya pihak sekolah atau pihak yang terkait mereka gak bakalan ngejawab pertanyaan kalian. Makanya tadi gue bilang, klo mau percaya ya percaya aja, tapi klo nggak ya itu terserah kalian. Suatu saat gue yakin, pasti berita ini bakalan menemukan titik terangnya."
" Loe sekarang pindah sekolah atau gimana nih?"
" Gue pindah kelas ke IPS III, sampe sekarang gue masih dimusuhin pihak sekolah, tapi tenang aja siswa lain sama sebagian guru dan wali murid yang siswanya menjadi korban sangat ngedukung gue supaya kasus ini bisa dipublish ke masyarakat umum."
" Waow! cerita curhatan loe bener-bener fantastic. acara curbe ini baru aja dilaunching dan loe langsung curhat dengan cerita loe yang masih kontroversi ini. Thanks banget ya dah mau sharing ke kita. Moga aja kasusnya bisa clear dan bisa mengetahui secara pasti penyebab peristiwa itu. Eh, Ra satu pertanyaan buat loe, ruangan bekas kelas itu sekarang gimana?"
" Udah diancurin kok, tiga hari setelah kejadian itu."
" Knapa tuh?"
" Banyak orang yang denger suara nak-anak minta tolong,menjerit dan nangis. Makanya gedung itu pun diancurin, soalnya takut disalahgunain sama orang yang gak bertanggung jawab."
" Yap, bener banget tuh, orang Indonesia kan masih sangat percaya sama hal-hal yang berbau klenik gitu. Oke, gue tunggu kabar selanjutnya soal sekolah loe."
" Oke, tenang aja."
" Gue sebenarnya heran loh, berita segede itu kok bisa ya nggak kecium sama media masa di Indonesia? Hem, udahlah gue gak bakalan ngebahas itu mungkin aja sebenernya udah tau tapi mau nutupin juga. Well, overall selesai juga acara Curbe kita. Sekali lagi thanks wat Rara yang udah jadi Curbe'S kita yang pertama. Gue tunggu cube-curbe pointers selanjutnya. Makasih banget dah mo ngedengerin acara baru gue ini. Gue Nirin pamit unur diri ke pointers semua...Mpe jumpa minggu depan di jam dan waktu yang sama. bye..bye..salam Curbe..."
Diposting oleh Wanna be writer di 11.25 0 komentar
Label: Corat-caret SMP

Cerpen 2

" Ma! Rika mohon! Rika kepengin keluar dari sini..Rika kepengin sekolah lagi."
Wajah sang Ibu pun berubah muram dan sedih mendengar rengekan putri bungsunya.
" Rika, kamu harus dikemo dulu."
" Enggak, Ma! Rika kepengin sekolah! Rika takut kalo disini terus..Rika...Rika takut nasib Rika bakalan kaya kak Selvi..."
Dokter dan Perawat pun datang dan membawa Rika untuk menjalani kemoterapi. Ibunya duduk lemas di kursi dalam ruangan tersebut dan kembali teringat putri sulungnya yang telah meninggal satu tahun yang lalu.
" Ya, Tuhan...jangan-jangan Rika tidak suka ada di Rumah sakit karena teringat kakaknya yang meninggal gara-gara punya penyakit yang sama dengannya."
Pikirannya pun teringat masa lalu disaat dia, suaminya dan Selvi pertama kali mengetahui penyakit putri sulungnya.
" Tidak mungkin, Dok! selvi nggak mungkin terkena leukimia! Tidak mungkin...Ini mustahil..."
" Pah, Papa harus sabar...Aku juga...sebenarnya masih belum percaya...," ucap istrinya berusaha menenangkan suaminya meskipun ia pun sedang menangis.
ekspresi suami istri tersebut sangat berbeda dengan ekspresi yang ditunjukan oleh putri mereka yang telah divonis mengidap leukimia. Walaupun wajahnya terlihat pucat, gadis berusia 17 tahun itu sangat tenang.
" Pah, Ma, kita pulang saja sekarang. Selvi capek."
Mereka bertiga pun meninggalkan ruangan dokter tersebut setelah berjanji akan segera kembali ke Rumah Sakit.

Sesampainya di rumah, suami istri itu pun tetap membisu. Putri bungsunya yang mengetahui kedua orangtua dan kakaknya telah kembali dari rumah sakit segera menanyakan keadaan kakaknya.
" Pah, Ma! kak Selvi sakit apa sih? Kok udah satu minggu ini kak Selvi gak masuk sekolah, terus kok Papa sama Mama diem aja sih setelah dari Rumah Sakit? tanya Rika pada Papa dan Mamanya yang sedang duduk di ruang tamu.
" Kak Selvi...gak kenapa-napa kok," kata Selvi yang segera menjawab pertanyaan adiknya.
" Gak mungkin deh! Aku tuh udah gede, kak. Tau gimana orang yang biasa aja sama orang yang kena penyakit serius. Tuh, Papa sama Mama aku tanya diem aja, berarti ada sesuatu yang menyangkut masalah penyakitnya kak Selvi. Em...Oh ya, kak tadi pacar kakak datang kesini, terus aku bilang aja kakak lagi ke Rumah Sakit bareng Papa sama Mama, tadi kak Selvi disuruh telepon secepatnya kalo udah nyampe rumah."
" Iya, makasih ya Rika sayang. Kakak mau ke kamar dulu, Rika nemenin Papa sama Mama aja dulu disini," Rika pun beranjak menaiki tangga menuju kamarnya di lantai atas.
" Ma...jawab pertanyaan Rika dong!" rengek putri bungsunya lagi kepada sang Ibu.
Sang Ibu pun memandang wajah suaminya dan bergantian memandang wajah putri kecilnya.
" Rika...Kak Selvi...Kak Selvi kena penyakit leukimia..."
Perlahan air mata sang Ibu pun memetes kemudian sang Ibu mulai menangis lirih. Suaminya pun mencoba menenangkan istrinya. Rika yang mendengar pernyataan Ibunya seketika itu pula kaget, Rika pasti sudah sangat mengerti apa itu leukimia. Dia juga berpikir bahwa penyakit itu sangat membahayakan kakaknya dan itu artinya kakaknya yang sangat ia sayangi akan segera pergi meninggalkannya.
" Rika..kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya sang ayah kepada bungsunya itu.
" Pantesan aja! tiga hari yang lalu Rika sempet ngeliat rambut kak Selvi rontok banyak banget di kamarnya, terus Rika juga sering liat kak Selvi muntah darah akhir-akhir ini. Tapi...kak Selvi  nyuruh Rika gak ngasih tau ke Papa atau Mama. Ternyata...ternyata...itu pertanda kalo kak Selvi..."
Saat itu pula terlihat Selvi sedang menuruni tangga sambil membawa koper bajunya, Rika pun segera menghampiri kakaknya dan memeluk kakaknya.
" Kak Selvi..." peluk adiknya sambil meneteskan air mata.
" Hei, kamu kenapa adik ku yang paling cantik? Kok  nangis sih?" tanya sang kakak sambil membelai rambut adiknya.
" Kak Selvi jangan pernah tinggalin Rika ya..."
Selvi pun memandang wajah adiknya dengan penuh kasih sayang.
" Rika...Kak Selvi gak akan ninggalin Selvi kok."
Selvi pun mengajak adiknya menghampiri kedua orangtua mereka.
" Pah,Ma, Selvi sekarang udah siap untuk ngejalanin kemoterapi. Soalnya Selvi udah nyelesein masalah Selvi."
Kedua orangtuanya pun menghampirinya dan saling mereka berpelukan.

Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu berlalu, sudah satu setengah bulan Selvi menjalani kemoterapinya. Namun, penyakitnya tidak kunjung membaik. Penyakitnya semakin menggerogoti tubuhnya. Kini Selvi terlihat lebih pucat dibanding sebelumnya. Meskipun demikian, Selvi tetap berusaha tersenyum di depan kedua orangtua, adik dan orang terdekatnya. Satu setengah bulan yang lalu, Selvi telah menutuskan hubungannya dengan kekasihnya dan keluar dari sekolahnya.Namun, sahabat dan mantan kekasihnya masih sering mengunjunginya di Rumah Sakit.

Hari itu pun datang. Tepat pada hari Minggu pagi, sekitar pukul sepuluh pagi, langit yang tadinya cerah dan bersih tanpa awan berubah menjadi kelabu. Hujan turun dengan derasnya, saat itu pula kepanikan sedang terjadi di ruangan Selvi berada.
" Selvi! Bangun, sayang! Ini Mama! Selvi! Selvi!" sang Ibu pun berusaha menyadarkan putrinya yang sudah tidak sadarkan diri setelah muntah darah dengan hebatnya. Sang Ibu pun bertambah panik saat Dokter yang sedang memeriksa tubuh Selvi menggelengkan kepalanya. Perawat pun menutupi wajah pucat Selvi dengan selimut.
" Maaf,Ibu...Selvi sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Semoga Ibu dan keluarga bisa tabah."
"Mah! Kak Selvi kenapa? Kok perawat itu nutupin mukanya kak Selvi? Kak Selvi kan lagi tidur!" tangis Rika sambil memegang tubuh kakaknya yang sudah kaku.
" Pah...Mah...kak Selvi...Gak mungkin!" teriak Rika didalam ruangan tersebut.
Rika pun memeluk tubuh kakaknya dan membuka selimut yang menutupi wajah kakaknya tersebut dan berusaha membangunkanya.
" Kak Selvi bohong! Katanya kak Selvi gak akan pernah ninggalin Rika!! Kak Selvi bohong..."
Ruangan itu pun penuh dengan suara isak tangis Ibu dan adik Selvi. Sang ayah meskipun tidak menangis, ia terdiam membisu memandangi tubuh putri sulungnya.

Kini, setelah satu tahun Selvi pergi, Rika pun ternyata mengidap penyakit yang sama dengan kakaknya. Seolah-olah saking sayangnya Selvi kepada adiknya ia pun menurunkan penyakit yang sama dengan dirinya. Lamunan sang Ibu pun buyar taktala putri bungsunya diantar kembali oleh dokter dan perawat setelah melakukan kemoterapi. Melihat Ibunya yang sedih, Rika pun bertanya pada Ibunya.
" Mah...Mama inget kak Selvi ya? Maafin Rika ya, Mah. Rika bakalan janji kalo Rika bakalan terus berusaha berjuang melawan penyakit Rika.. Dokter pernah bilang kalo ada orang yang pernah sembuh setelah menjalani kemoterapi, apalagi penyakit Rika ketahuan pas belum parah-parahnya. Dulu, mungkin karena penyakit kak Selvi baru katahuan pas sudah parah jadi susah buat kak Selvi sembuh. Rika yakin Rika bisa sembuh dan akan selalu di samping Papa sama Mama. Rika bakalan nepatin janji Rika sama kak Selvi buat ngejagain Papa sama Mama dan gak akan bikin Papa atau Mama sedih kalau inget kak Selvi."
Sang Ibu pun meneteskan air matanya dan berjanji akan selalu menjaga putri bungsunya. Dia juga bersyukur bahwa kedua putrinya sangat tegar menghadapi penyakit yang mereka derita.

Selesai juga Cerpen yang kedua...Jangan Lupa komentarnya,Ok
Gomawo....

Diposting oleh Wanna be writer di 09.48 0 komentar
Label: Corat-caret SMP

Rabu, 24 Agustus 2011

Cerpen 1

Terik Matahari sangat menyengat, udara panas dan sangat gerah. Suasana di SMP Bunga Nusa Indah sangat ramai, karena saat itu sedang ada ujian praktek.
" Ran, gimana tadi ujian prakteknya? Sukses? "
" Apanya yang sukses, aku tuh tadi sebel banget sama Pak Johan. Masa Reni yang gak bisa meroda dapet nilai 8! Gak adil banget kan! "
" Udahlah Rin, Pak Johan itu kan emang dari dulu suka pilih kasih sama cewek yang cantik."
" Eh, Ci apaan si kok kita jadi ngomongin Pak Johan.! Ntar  GR, oh ya tadi ujian praktek bahasa Inggrisnya gimana?"
Tiba-tiba seorang cowok datang dan mengganggu mengganggu pembicaraan dua remaja yang telah bersahabat sejak di bangku Sekolah  Dasar.
"Hai Cewek! Lagi ngapain? ngegosip ya? Ci, pulang bareng aku yuk!"
Saat Cici mau menjawab, Rani segera mendahuluinya dan mempersilahkan Cici pulang bersama Edo, cowok yang sedang dekat dengannya.
" Iya, Ci. Kamu pulang sama Edo aja, ntar aku pulang bareng Tere deh! Eh, itu Tere. Aku kesana dulu ya. Bye!"
Sebelum pergi, Rani berbisik pada Edo.
" Jagain sahabat aku ya! dia juga suka kamu, dia juga penasaran sama kamu. Dah!"
Suasana canggung pun terasa saat Cici dan Edo hanya berdua.
" Yuk!", kata mereka bersamaan. Mereka pun tertawa.
" Ci, ke tempat parkir yuk, nagmbil motor."
Sementara itu, Tere, Rani dan Tina sedang menunggu bus di halte depan sekolah.
" Ran, loe gak cemburu sama Cici? Loe kan yang suka sama Edo. Kok loe..."
" Sst! Stop deh, Re! Itu dulu, sebelum aku tau perasaan Edo yang sebenarnya."
" Emangnya loe tau apa?"
Rani pun terdiam dan mengajak kedua sahabatnya duduk di halte yang kebetulan sudah sepi.
" Waktu kenaikan kelas IX, dan Cici baru pindah ke sekolah ini, Edo cerita ke Aku kalo dia suka sana Cici pada pandangan pertama. Ya, udah aku jadi ngelupain perasaan aku sama Edo, secara Cici tuh sahabat aku dari SD."
" Ya, Tuhan apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus kasih tau ke Rani masalah Edo?", suara batin Tina terus berbisik. Lamunannya pun buyar saat Rani dan Tere memergokinya sedang melamun.
Tin! Loe tuh ya, nagalamun aja dari tadi. Ngalamunin siapa sih? Oh, gue tau. Loe pasti tau sesuatu tentang Edo kan? Loe kan temen deketnya Edo sejak kecil, sepupuan pula."
Tina terdiam beberapa saat dan menghela nafas, dia pun memandangi wajah kedua sahabtnya.
" Ran, loe dulu bilang ke gue kalo loe suka sama Edo pas pertama kali liat Edo kan? Dan loe kepengin tau tentang dia kan? Makanya loe berusaha jadi temen baik wat Edo dengan cara nyomblangin Edo sama Cici setelah Edo bilang ke loe kalo dia suka sama Cici, iya kan?"
Rani dan Tere pun melihat ke arah Cici dengan rasa heran.
" Tin, kamu pasti tau sesuatu kan? Bener kan yang tadi Tere bilang kalo kamu tau sesuatu tentang Edo? Ayo kasih tau aku sama Tere!"
" Ran, Edo...Edo...sebenernya juga suka sama loe."
Wajah Tina pun berubah ketakutan dan memegang tangan Rani.
" Edo suka sama loe sejak kelas VIII saat dia pertama kali kenal loe. Edo bingung. Dia bingung, dia takut kalo loe gak punya perasaan apa-apa sama Edo. Dia takut sakit hati ditolak sama loe. Nah, pas kenaikan kelas IX, Edo liat Cici dan kebetulan Cici sekelas sama loe, jadi Edo nyoba ngedeketin Cici dan berusaha nglupain loe. Edo milih Cici karena sifatnya Cici hampir sama kaya loe dn kebetulan Cici sahabat loe juga."
Tina pun menangis di bahu Rani.
" Maafin gue, Ran. Gue gak pernah bilang ke loe. Rencananya, Edo bakal nembak Cici sekarang."
Rani pun berdiri dan menatap Tina yang sedang menangis dan menatapnya dengan penuh kekecewaan.
" Tin, kamu kok bisa..."
Rani tidak melanjutkan kata-katanya dan berdiri terdiam.
" Ran, mumpung Edo kayaknya masih belum pulang sama Cici, mending loe samperin sekarang deh. Ngomong ke Edo kalo loe tentang perasaan loe. Jangan takut gara-gara ada Cici disana, gue yakin Cici pasti bisa ngerti soalnya dia kan sahabta loe juga. Terus, Tina biar gue yang jagain. Cepetan gih!"
" Ran, maafin gue ya...! Tina pun meminta maaf pada Rani sambil menangis.
Seketika itu juga, Rani menyeberang jalan menuju ke sekolahnya dan akan mencari Edo. Namun, karena tidak berhati-hati karena ingin segera mencari Edo,tiba-tiba ada sebuah truk menabraknya. Rani pun terpental dan mebanjiri seragam putih birunya dengan darh yang bercucuran dari tubuhnya. Truk itu pun berhenti. Tere, Tina dan semua orang yang ada di dekat lokasi tabrakan tersebut segera datang dan menghampiri tubuh Rani. Saat kejadian itu, edo dan Cici pun baru keluar dari gerbang sekolah dan segera berlari mendekati kerumunan tersebut. Edo yang mengetahui bahwa Rani kecelakaan langsung mendekati tubuh Rani dan memegang tangannya. Sambil menahan rasa sakit, Rani pun berbicara kepada Edo.
" Do...aku...sayang kamu...Maafin aku ya, Do. Ci...maafin aku...semuanya...maafin aku..."
Rani terengah- engah dan mengembuskan nafas terakhirnya. Seketika itu pula mobil Ambulans datang.
Setelah sedikit perubahan dan saat saya membaca cerpen ini ( yang ternyata ini buatan 6 tahun yang lalu,karena saat ini saya semester III ), sering tertawa sendiri. Karena cerpan ini bener-bener masih anak remaja bangettt,, tapi saya sangat menghargai cerpen yang pertama saya tulis di blog ini soalnya inilah bukti bahwa saya suka mengarang dan menulis sejak dulu dannn akhirnya saya pun berani mempublikasikannya setelah bertahun-tahun lamaya ( ya ampun lebay deh) tersimpan di buku batik hijau. 



Nantikan cerpen saya selanjutnya ya,,
Jangan lupa komentarnya, dan berharap dapat kritik yang membangun
Terima kasih, 
Gomawo, chingu
Diposting oleh Wanna be writer di 11.45 0 komentar
Label: Corat-caret SMP

Selasa, 23 Agustus 2011

Faktanya tentang diri saya sendiri

Berhubung dini hari ini (pukul 1.40) aku bingung mau ngapain jadi aku kepengin nulis sesuatu yang ingin aku utarakan kepada orang lain. (aku sengaja karena aku tau orang yang membaca blog aku pasti orang yang dekat dan mengenal aku). Waow, bagaimana saya bisa tau? Iyalah kan aku bloger pemula yang belum mempunyai teman di dunia blog ini dan hanya orang terdekat ku yang tau mengenai keberadaan blog ku. aku hanya menulis agar orang bisa sedikit memahami ku lebih baik.So, check it out..

1. Suka makanan pedes,suka mie,suka telor asin
2. Minuman favorit saat ini air putih
3. Suka banget sama drama Korea, Kpop, korean artist
4. Suka sama musik yang slow
5. Suka ngayal ( tapi gak terlalu parah)
6. Paling gak suka sama yang namanya dikekang, di larang-larang, dan dipaksa
5. Gampang capek dan emosi
6. Gak suka gak ada temen
7. Agak susah wat bergaul, apalagi klo sama orang yang baru kenal
8. Klo ketemu sama orang yang menurut ku enak pasti langsung sreg
9. Bisa jadi orang yang asyik,rame dan lucu, tapi bisa jadi orang yang jutek, kalem
10. Paling gak suka sama orang yang suka menyombongkan dirinya sendiri (jangan mentang-mentang gaul+wawasanna lebih banyak jadi suka ngerendahin orang)
11. Gak suka sama orang yang gak tau diri
12. Gak suka orang yang sok pinter dan gak suka sama orang yang terlalu banyak omong
13. Karena aku orangnya emosian, jadi gak suka sama orang yang gampang emosi juga
14. Gak suka sama orang yang gak mau bagi-bagi ilmu dan wawasan
15. Suka baca novel, cerpen atau apa aja yang penting cerita
16. Suka otak-atik barang
17. Agak susah diatur
18. Paling benci orang yang ngatur pergaulanku (its my life)
19. Kadang bisa sangat religius, tapi kadang ibadah masih suka bolong
20. Paling gak suka kalah sama orang
21. Agak keras kepala
22. Klo lagi marah atau nangis gak suka ada orang dideket aku, karena aku adalah tipe orang yang lebih suka menenangkan diri sendiri
23. Walaupun ada orang yang melihat aku manja, aku sebenarnya bukan tipe anak manja
24. Suka nulis, ngarang, ngayal
25. Suka tidur
26. Paling gak suka di cuekin
27. Bisa jadi orang yang gampang nangis
28. Membutuhkan waktu untuk diri sendiri lebih banyak dibanding orang lalin (klo di rumah sukanya ya dirumah aja sambil nonton film)
29. Paling gak suka diganggu klo lagi nonton, lagi belajar dan lagi asik main laptop atau komputer
30. Paling suka belajar sendiri, karena menurutku klo belajar bareng palah isinya curhat,akhirna belajarna jadi lupa
31. Suka jahil tapi gak suka dijahilin
32. Suka sama hal-hal yang baru
33. Gak bisa dipaksa ikut sesuatu yang gak aku suka atau aku gak tertarik
34. I hate Politic
35. Bukan tipe penyabar sejati
36. Gak suka hal-hal pribadi punyaku diotak-atik
37. Klo lagi capek bawaanya marah
38. Gak suka dianggap gak tau apa-apa dan dianggap gak bisa apa-apa
39. Lebih suka suasana sunyi
40. Suka nyanyi
41. Selalu kepingin jadi orang yang up to date dalam segala hal
42. Suka jaim
43. Klo lagi males bisa seharian cuma tiduran dan nonton tv
44. Bukan orang yang mudah bergaul di lingkungan baru


Hal-hal di atas adalah hal-hal yang ingin aku tunjukan kepada orang disekitarku, agar mereka bisa sedikit lebih bisa memahamiku. Karena susah untuk ku mengutarakan hal-hal tersebut secara langsung karena mereka mungkin tidak akan peduli. walupun bisa saja setelah membaca ini masih dianggap angin lalu, yang penting aku sudah menuliskan apa yang ada di dalam pikiranku. Karena memang inilah alasan aku membuat Blog.


Bye..bye...




Diposting oleh Wanna be writer di 12.34 0 komentar
Label: Ini Ceritaku

Jatuh cinta dengan Dunia Menulis ( Part 2 END )

Setelah lulus dari bangku SMP, saya pun meneruskan sekolah di SMA Negeri. Kehidupan remaja SMP saya pun berangsur berubah. Saya yang dulunya sangat emosional dan labil, berangsur-angsur bisa mengendalikan hal tersebut. Tahun pertama di SMA, kebiasaan saya menulis sudah mulai berkurang seiring dengan stabilnya tingkat emosi saya. Rasanya seperti sudah kehilangan rasa untuk menulis dan mengarang cerita kembali. Mungkin karena saat saya baru di bangku SMA saya memiliki cukup banyak kegiatan di sekolah yang memang harus diikuti siswa baru. Saat pulang ke rumah pun, rasanya sudah lelah.
Rasa malas saya untuk menulis dan mengarang hanya berlangsung sampai akhir semester kelas Sepuluh. Naik kelas Sebelas, kebiasaan saya menulis mulai muncul lagi. Tetapi, bukan menulis dan mengarang cerpen lagi, saya cenderung menuliskan opini atau pendapat saya mengenai suatu hal yang tidak bisa saya utarakan kepada orang lain (saya saat itu tipe orang yang pemalu dan masih susah menungkapkan pendapat). Biasanya masalah yang saya tulis adalah sesuatu  yang sangat mengganggu di dalam pikiran saya, misalnya hal-hal yang berhubungan dengan Cinta, Persahabatan( pokoknya sesuatu yang berhubungan dengan dunia remaja ). Saya sangat menikmati kegiatan tersebut sampai sekarang ( saat ini umur saya 19 tahun). Saat SMA, saya memang mengurangi kebiasaan menulis dan mengarang cerita lagi, tapi minat membaca entah itu membaca cerpen, novel atau membaca tulisan lain semakin meningkat. Setiap saya membaca karya seorang penulis, ada sesuatu dalam dirri saya yang menginginkan supaya saya bisa menjadi seperti mereka. Menulis, mengarang dan berimajinasi untuk mendapatkan bahan tulisan untuk cerita mereka. Betapa indahnya jika khayalan dan imajinasi kita bisa dinikmati orang lain selain diri kita sendiri. Hal itulah yang memicu saya untuk kembali mengumpulkan arsip tulisan saya saat masih SMP. Untung saja masih ada beberapa tulisan saya yang berhasil ditemukan. Saya pun mulai menyalin kembali karangan yang tadinya saya tulis di sebuah kumpulan kertas ke dalam buku batik. Saya juga mulai nemperbaiki kosakata dan tata bahasa dalam karangan saya. Saat membaca dan memperbaiki karangan yang telah saya buat, saya selalu berpikir dalam hati, "Benarkah saya yang menulis semua ini?". Konyol, aneh dan acak-acakan, itulah ciri khas karangan yang saya buat saat itu. Saya pun selalu tertawa setiap saya membaca kembali karangan-karangan saya.

Rasa cinta saya terhadap dunia menulis dan mengarang pun semakin meningkat saat ini. Meskipun hanya sebuah tulisan yang bisa saja tidak dianggap oleh banyak orang, namun saya akan tetap menulis apa yang ada dalam pikiran saya. Inilah alasan terbesar saya untuk membuat sebuah blog. Mungkin saja ada penulis novel atau cepen atau orang yang suka membaca tulisan-tulisan seperti ini nyasar di blog saya.( walaupun kemungkinan sangat kecil hehe ).

Semoga rasa Cinta saya terhadap dunia menulis bisa membantu saya dalam mewujudkan semua mimpi dan harapan saya dan semoga tulisan saya bisa dibaca dan di nikmati oleh semua orang. Dan selalu berharap agar blog saya mendapat tanggapan yang cukup baik dan berumur panjang. Amien

Sekian....dan MATUR NUWUN ^_^


Diposting oleh Wanna be writer di 11.28 0 komentar
Label: Ini Ceritaku

Senin, 22 Agustus 2011

Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis ( Part 1 )

Entah sejak kapan tepatnya saya mulai menyukai dunia menulis. Namun,saya mulai menulis (entah corat-caret atau cerpen) sejak saya duduk di bangku SMP. Rasanya sangat menyenangkan bisa menyalurkan sesuatu yang terlintas di pikiran ke dalam secarik kertas. Hal itu bisa membantu saya dalam nengurangi beban pikiran yang ada dalam otak saya. Yah, tentu saja saya menulis  hanya untuk diri saya sendiri. Tidak pernah sekalipun saya memperlihatkan hasil tulisan saya kepada orang lain. Jujur, saja saat itu saya sangat tidak percaya diri dengan apa yang saya tulis (walaupun sebenarnya sampai saat ini saya juga belum percaya diri memperlihatkan hasil karangan saya kepada orang lain). Saat masih SMP saya mengalami suatu peristiwa dalam diri saya yang membuat saya menjadi seorang pribadi yang sangat tertutup. (maaf belum bisa saya katakan alasannya, mungkin lain waktu). Meskipun demikian, saya hanya menjadi pribadi yang tertutup di lingkungan keluarga. Di sekolah, tentu saja saya tidak dikenal sebagai orang yang demikian, saya justru dikenal sebagai orang yang memiliki pergaulan yang cukup baik. (walah kok jadi curhat :p) . Intinya saya seperti mempunyai kepribadian yang berbeda antara di rumah dan di sekolah. Tiap saya pulang sekolah dan ketika ada suatu hal yang membuat emosi saya menjadi labil, saya pun lekas-lekas masuk kamar dan mengunci kamar dari dalam. Kebiasaan saya ini tentu sering mendapat protes dari keluarga.
Sebenarnya, alasan saya "menyepi" ke dalam kamar adalah untuk menenangkan diri saya sendiri, karena ketika emosi saya sedang memuncak,saya bisa membuang dan mengacak-acak benda apapun dirumah  (hehe..remaja yang sangat labil bukan). Ketika saya di dalam kamar itulah, saya pun bingung bagaimana cara menyalurkan emosi saya supaya saya tidak berbuat yang membuat benda-benda bisa berpindah tempat (oleh tangan jahil saya). Seingat saya, saat itu saya pun inisiatif mencurahkan apa yang saya rasakan ke dalam secarik kertas di kamar saya. Ajaibnya, dengan cepat saya bisa menulis berlembar-lembar tulisan (dalam huruf besar semua tentunya, maklum sedang esmosi). Emosi saya pun berangsur-angsur mulai mereda dan mulai menyadari apa yang baru saja saya lakukan. Nah, ketika emosi saya mulai reda itulah, saya menyadari sesutau hal, bahwa menuliskan sesuatu ketika saya sedang tidak stabil sangat efektif membantu saya meredakan emosi saya karena saya bisa menyalurkan emosi saya melalui sebuah media, yaitu sebuah kertas dan pulpen. Saat itulah, setiap saya merasa kesal atau mulai emosi saya mulai mengambil sebuah kertas dan pulpen dan tentu saja hal tersebut saya lakukan di dalam kamar. Saat SMP itulah pertama kalinya saya memutuskan untuk memilki sebuah  Catatan Harian. ( meskipun saat ini catatan tersebut sudah saya lenyapkan  karena sudah ketahuan )

Dan saat memiliki Catatan Harian tersebut, saya pun mulai suka menulis sampai sekarang....

 Itulah tadi cerita awal mula saya " Jatuh cinta dengan Dunia Menulis" di bangku SMP.
Cerita " Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis " ketika saya SMA, akan saya lanjutkan hari berikutnya.




Diposting oleh Wanna be writer di 12.06 0 komentar
Label: Ini Ceritaku
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod