Entah sejak kapan tepatnya saya mulai menyukai dunia menulis. Namun,saya mulai menulis (entah corat-caret atau cerpen) sejak saya duduk di bangku SMP. Rasanya sangat menyenangkan bisa menyalurkan sesuatu yang terlintas di pikiran ke dalam secarik kertas. Hal itu bisa membantu saya dalam nengurangi beban pikiran yang ada dalam otak saya. Yah, tentu saja saya menulis hanya untuk diri saya sendiri. Tidak pernah sekalipun saya memperlihatkan hasil tulisan saya kepada orang lain. Jujur, saja saat itu saya sangat tidak percaya diri dengan apa yang saya tulis (walaupun sebenarnya sampai saat ini saya juga belum percaya diri memperlihatkan hasil karangan saya kepada orang lain). Saat masih SMP saya mengalami suatu peristiwa dalam diri saya yang membuat saya menjadi seorang pribadi yang sangat tertutup. (maaf belum bisa saya katakan alasannya, mungkin lain waktu). Meskipun demikian, saya hanya menjadi pribadi yang tertutup di lingkungan keluarga. Di sekolah, tentu saja saya tidak dikenal sebagai orang yang demikian, saya justru dikenal sebagai orang yang memiliki pergaulan yang cukup baik. (walah kok jadi curhat :p) . Intinya saya seperti mempunyai kepribadian yang berbeda antara di rumah dan di sekolah. Tiap saya pulang sekolah dan ketika ada suatu hal yang membuat emosi saya menjadi labil, saya pun lekas-lekas masuk kamar dan mengunci kamar dari dalam. Kebiasaan saya ini tentu sering mendapat protes dari keluarga.
Sebenarnya, alasan saya "menyepi" ke dalam kamar adalah untuk menenangkan diri saya sendiri, karena ketika emosi saya sedang memuncak,saya bisa membuang dan mengacak-acak benda apapun dirumah (hehe..remaja yang sangat labil bukan). Ketika saya di dalam kamar itulah, saya pun bingung bagaimana cara menyalurkan emosi saya supaya saya tidak berbuat yang membuat benda-benda bisa berpindah tempat (oleh tangan jahil saya). Seingat saya, saat itu saya pun inisiatif mencurahkan apa yang saya rasakan ke dalam secarik kertas di kamar saya. Ajaibnya, dengan cepat saya bisa menulis berlembar-lembar tulisan (dalam huruf besar semua tentunya, maklum sedang esmosi). Emosi saya pun berangsur-angsur mulai mereda dan mulai menyadari apa yang baru saja saya lakukan. Nah, ketika emosi saya mulai reda itulah, saya menyadari sesutau hal, bahwa menuliskan sesuatu ketika saya sedang tidak stabil sangat efektif membantu saya meredakan emosi saya karena saya bisa menyalurkan emosi saya melalui sebuah media, yaitu sebuah kertas dan pulpen. Saat itulah, setiap saya merasa kesal atau mulai emosi saya mulai mengambil sebuah kertas dan pulpen dan tentu saja hal tersebut saya lakukan di dalam kamar. Saat SMP itulah pertama kalinya saya memutuskan untuk memilki sebuah Catatan Harian. ( meskipun saat ini catatan tersebut sudah saya lenyapkan karena sudah ketahuan )
Dan saat memiliki Catatan Harian tersebut, saya pun mulai suka menulis sampai sekarang....
Itulah tadi cerita awal mula saya " Jatuh cinta dengan Dunia Menulis" di bangku SMP.
Cerita " Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis " ketika saya SMA, akan saya lanjutkan hari berikutnya.



0 komentar:
Posting Komentar