Click-clock...click-clock...
Aku duduk di bangku ku sambil memandang jam dinding yang ada di kelas ku. Rasanya waktu berjalan sangat lambat. Jarum jam seperti menahan beban yang begitu berat. Saat ini tak ada yang mengajak ku bicara. aku sangat kesepian. Di depan kelas, guru sedang menerangkan pelajaran kepada kami semua.
Click-clock...click-clock....
Aku melihat jam dinding lagi, ah,ternyata sudah masuk waktu istirahat. Namun, lagi-lagi aku sendirian lagi duduk di bangku belakang. Teman duduk ku, Ninda pun tidak mengajak ku pergi ke kantin atau bahkan sekedar bicara. Yah, mungkin dia sedang marah pada ku. Walaupun tak ada yang mengajak ku pergi ke luar, aku memutuskan untuk jalan-jalan ke luar kelas sendirian.
Saat pertama kali keluar kelas, aku melihat anak laki-laki kelas ku sedang duduk di bangku depan kelas seperi yang biasanya mereka lakukan. Tapi, aneh. Lag-lagi tidak ada yang menyapaku. Dion, ketua kelas IX A pun juga sama-sama mengacuhkan ku begitu saja. Aku pun mengeluh, kenapa sih mereka tidak menyapa ku? Oh, atau mungkin karena aku...Akh, sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan lagi. Biar rasa kesal ini aku diamkan di dalam hati.
Click-clock...click-clock...
Aku melihat jam dinding di kelas IX B, jam pun menunjukan pukul sembilan lebih lima belas menit dan bunyi bel tanda istirahat pertama telah habis pun berbunyi. Semua siswa langsung masuk ke dalam kelasnya masing-masing, kecuali aku. Aku merasa bosan mengikuti pelajaran hari ini karena tidak ada yang mengajak ku bicara. Aku pun memutuskan untuk melihat-lihat kelas IX yang lainnya, kelassIX yang lainnya. Di kelas IX B
belum ada guru yang masuk tetapi mereka sedang mengerjakan sesuatu mungkin sedang mengerjakan tugas yang belum selesai, IX C walaupun belum ada guru mereka selalu tenang karena kelas tersebut merupakan kelas unggulan, kelas IX D sedang di depan ruang Tata Usaha karena sedang praktek elektronika, kelas IX E sedang ulangan Biologi, dan yang terakhir adalah kelas IX F yang sedang diajar oleh Bu Viki guru keterampilan di sekolah ku. Aku pun turun menuruni tangga yang ada di depan kelas IX F, ku lewati ruang Laboratorium. Terlihat di sana siswa kelas VIII sedang praktek Fisika tetapi aku kurang paham kelas VIII apa. Ku lewati ruangan SMP Terbuka, aku heran kenapa tidak ada guru di sana? Aku pun mengacuhkannya dan kembali melanjutkan langkah ku. Aku sampai di depan perpustakaan, disana ada Pak Yoyo dan kak Didi, mereka adalah petugas perpustakaan. Aku kembali meneruskan langkahku sampai di depan ruang guru. Ku lihat banyak guru yang sedang berbincang-bincang di luar ruangan da terlihat sangat serius. Aku pun memberanikan diri melewati guru-guru tersebut. Tapi aneh, kenapa mereka seperti tidak melihat ku? Seharusnya mereka melihat ku dan bertanya mengapa pada saat jam pelajaran aku palah jalan-jalan di luar sendirian?......To be continue...



0 komentar:
Posting Komentar