skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Wanna be writer
suka menghayal,makanya saya suka menulis...
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Komentar
    Atom
Komentar

Archivo del blog

  • ► 2015 (2)
    • ► Juli (2)
  • ► 2012 (4)
    • ► Mei (1)
    • ► April (1)
    • ► Februari (2)
  • ▼ 2011 (18)
    • ► November (6)
    • ► Oktober (4)
    • ▼ Agustus (8)
      • Click-Clock
      • Sunyi Untuk ku
      • Radio Point ( Bis Misterius )
      • Cerpen 2
      • Cerpen 1
      • Faktanya tentang diri saya sendiri
      • Jatuh cinta dengan Dunia Menulis ( Part 2 END )
      • Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis ( Part 1 )

Followers

  • Beranda
  • Cerpen Corat-caret
  • Family n Me

Motivasi Pribadi

Biarlah orang memandang sebelah mata tulisan ku, yang penting aku akan terus menulis...menulis dan menulis!!
Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Bagi-bagi Info (1)
  • Belajar Korea (1)
  • Cerita sunyi (2)
  • Corat-caret SMP (5)
  • Curhatan Si Moody (7)
  • Ini Ceritaku (6)
  • Kosakata bahasa Korea (3)
  • Taekwondo (1)

Blog Archive

  • ►  2015 (2)
    • ►  Juli (2)
  • ►  2012 (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (2)
  • ▼  2011 (18)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (4)
    • ▼  Agustus (8)
      • Click-Clock
      • Sunyi Untuk ku
      • Radio Point ( Bis Misterius )
      • Cerpen 2
      • Cerpen 1
      • Faktanya tentang diri saya sendiri
      • Jatuh cinta dengan Dunia Menulis ( Part 2 END )
      • Jatuh Cinta dengan Dunia Menulis ( Part 1 )

Blogroll

Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

Date

Blogger templates

Bintang ungu

Lencana Facebook

R Budi Utami

Buat Lencana Anda
ASSALAMUALAIKUM.........SELAMAT DATANG.........SUGENG RAWUH.........WELCOME.........ANNYEONG HASEYO.........BONJOUR.........

Me and Stories

Harus yakin dengan mimpi yang kita miliki, karena mimpi itulah yang akan membawa kita menuju kesuksesan

Rabu, 24 Agustus 2011

Cerpen 1

Terik Matahari sangat menyengat, udara panas dan sangat gerah. Suasana di SMP Bunga Nusa Indah sangat ramai, karena saat itu sedang ada ujian praktek.
" Ran, gimana tadi ujian prakteknya? Sukses? "
" Apanya yang sukses, aku tuh tadi sebel banget sama Pak Johan. Masa Reni yang gak bisa meroda dapet nilai 8! Gak adil banget kan! "
" Udahlah Rin, Pak Johan itu kan emang dari dulu suka pilih kasih sama cewek yang cantik."
" Eh, Ci apaan si kok kita jadi ngomongin Pak Johan.! Ntar  GR, oh ya tadi ujian praktek bahasa Inggrisnya gimana?"
Tiba-tiba seorang cowok datang dan mengganggu mengganggu pembicaraan dua remaja yang telah bersahabat sejak di bangku Sekolah  Dasar.
"Hai Cewek! Lagi ngapain? ngegosip ya? Ci, pulang bareng aku yuk!"
Saat Cici mau menjawab, Rani segera mendahuluinya dan mempersilahkan Cici pulang bersama Edo, cowok yang sedang dekat dengannya.
" Iya, Ci. Kamu pulang sama Edo aja, ntar aku pulang bareng Tere deh! Eh, itu Tere. Aku kesana dulu ya. Bye!"
Sebelum pergi, Rani berbisik pada Edo.
" Jagain sahabat aku ya! dia juga suka kamu, dia juga penasaran sama kamu. Dah!"
Suasana canggung pun terasa saat Cici dan Edo hanya berdua.
" Yuk!", kata mereka bersamaan. Mereka pun tertawa.
" Ci, ke tempat parkir yuk, nagmbil motor."
Sementara itu, Tere, Rani dan Tina sedang menunggu bus di halte depan sekolah.
" Ran, loe gak cemburu sama Cici? Loe kan yang suka sama Edo. Kok loe..."
" Sst! Stop deh, Re! Itu dulu, sebelum aku tau perasaan Edo yang sebenarnya."
" Emangnya loe tau apa?"
Rani pun terdiam dan mengajak kedua sahabatnya duduk di halte yang kebetulan sudah sepi.
" Waktu kenaikan kelas IX, dan Cici baru pindah ke sekolah ini, Edo cerita ke Aku kalo dia suka sana Cici pada pandangan pertama. Ya, udah aku jadi ngelupain perasaan aku sama Edo, secara Cici tuh sahabat aku dari SD."
" Ya, Tuhan apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus kasih tau ke Rani masalah Edo?", suara batin Tina terus berbisik. Lamunannya pun buyar saat Rani dan Tere memergokinya sedang melamun.
Tin! Loe tuh ya, nagalamun aja dari tadi. Ngalamunin siapa sih? Oh, gue tau. Loe pasti tau sesuatu tentang Edo kan? Loe kan temen deketnya Edo sejak kecil, sepupuan pula."
Tina terdiam beberapa saat dan menghela nafas, dia pun memandangi wajah kedua sahabtnya.
" Ran, loe dulu bilang ke gue kalo loe suka sama Edo pas pertama kali liat Edo kan? Dan loe kepengin tau tentang dia kan? Makanya loe berusaha jadi temen baik wat Edo dengan cara nyomblangin Edo sama Cici setelah Edo bilang ke loe kalo dia suka sama Cici, iya kan?"
Rani dan Tere pun melihat ke arah Cici dengan rasa heran.
" Tin, kamu pasti tau sesuatu kan? Bener kan yang tadi Tere bilang kalo kamu tau sesuatu tentang Edo? Ayo kasih tau aku sama Tere!"
" Ran, Edo...Edo...sebenernya juga suka sama loe."
Wajah Tina pun berubah ketakutan dan memegang tangan Rani.
" Edo suka sama loe sejak kelas VIII saat dia pertama kali kenal loe. Edo bingung. Dia bingung, dia takut kalo loe gak punya perasaan apa-apa sama Edo. Dia takut sakit hati ditolak sama loe. Nah, pas kenaikan kelas IX, Edo liat Cici dan kebetulan Cici sekelas sama loe, jadi Edo nyoba ngedeketin Cici dan berusaha nglupain loe. Edo milih Cici karena sifatnya Cici hampir sama kaya loe dn kebetulan Cici sahabat loe juga."
Tina pun menangis di bahu Rani.
" Maafin gue, Ran. Gue gak pernah bilang ke loe. Rencananya, Edo bakal nembak Cici sekarang."
Rani pun berdiri dan menatap Tina yang sedang menangis dan menatapnya dengan penuh kekecewaan.
" Tin, kamu kok bisa..."
Rani tidak melanjutkan kata-katanya dan berdiri terdiam.
" Ran, mumpung Edo kayaknya masih belum pulang sama Cici, mending loe samperin sekarang deh. Ngomong ke Edo kalo loe tentang perasaan loe. Jangan takut gara-gara ada Cici disana, gue yakin Cici pasti bisa ngerti soalnya dia kan sahabta loe juga. Terus, Tina biar gue yang jagain. Cepetan gih!"
" Ran, maafin gue ya...! Tina pun meminta maaf pada Rani sambil menangis.
Seketika itu juga, Rani menyeberang jalan menuju ke sekolahnya dan akan mencari Edo. Namun, karena tidak berhati-hati karena ingin segera mencari Edo,tiba-tiba ada sebuah truk menabraknya. Rani pun terpental dan mebanjiri seragam putih birunya dengan darh yang bercucuran dari tubuhnya. Truk itu pun berhenti. Tere, Tina dan semua orang yang ada di dekat lokasi tabrakan tersebut segera datang dan menghampiri tubuh Rani. Saat kejadian itu, edo dan Cici pun baru keluar dari gerbang sekolah dan segera berlari mendekati kerumunan tersebut. Edo yang mengetahui bahwa Rani kecelakaan langsung mendekati tubuh Rani dan memegang tangannya. Sambil menahan rasa sakit, Rani pun berbicara kepada Edo.
" Do...aku...sayang kamu...Maafin aku ya, Do. Ci...maafin aku...semuanya...maafin aku..."
Rani terengah- engah dan mengembuskan nafas terakhirnya. Seketika itu pula mobil Ambulans datang.
Setelah sedikit perubahan dan saat saya membaca cerpen ini ( yang ternyata ini buatan 6 tahun yang lalu,karena saat ini saya semester III ), sering tertawa sendiri. Karena cerpan ini bener-bener masih anak remaja bangettt,, tapi saya sangat menghargai cerpen yang pertama saya tulis di blog ini soalnya inilah bukti bahwa saya suka mengarang dan menulis sejak dulu dannn akhirnya saya pun berani mempublikasikannya setelah bertahun-tahun lamaya ( ya ampun lebay deh) tersimpan di buku batik hijau. 



Nantikan cerpen saya selanjutnya ya,,
Jangan lupa komentarnya, dan berharap dapat kritik yang membangun
Terima kasih, 
Gomawo, chingu
Diposting oleh Wanna be writer di 11.45
Label: Corat-caret SMP

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod